Tanya Jawab Seputar Covid-19 (bagian-2)

Tanya Jawab Seputar Covid-19 (bagian-2)

DI tulisan bagian 2 ini, kita akan membahas mengenai bagaimana Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 ini menyebar, siapa saja yang beresiko tinggi tertular penyakit ini dan apakah mereka yang tanpa gejala berarti sehat-sehat saja? Masih Bersama Drs Bambang Priyambodo, Apt, GM Manufacturer PT Air Mancur.

T : Bagaimana COVID-19 menyebar?

J :  Orang dapat tertular COVID-19 dari orang lain yang terjangkit virus ini dengan cara :

  1. COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit COVID-19 batuk atau bersin.
  2. Percikan-percikan ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan-permukaan di sekitar. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung atau mulutnya, dapat terjangkit COVID-19.
  3. Penularan COVID-19 juga dapat terjadi jika orang menghirup percikan yang keluar dari batuk atau napas orang yang terjangkit COVID-19.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit.

T : Apakah virus penyebab COVID-19 ini dapat menular melalui udara?

J : Berdasarkan penelitian terbaru dalam sebuah jurnal, virus SARS-COV-2 alias virus penyebab penyakit Covid-19 dapat bertahan di udara selama 3 jam. Jadi sangat dimungkinkan terjadinya penularan melalui udara (airbone).

T : Seberapa lama virus SARS-CoV-2 bertahan hidup dipermukaan suatu benda mati?

J : Peneliti menyebut virus corona bisa bertahan 5 menit hingga 5 hari ketika menempel di benda mati. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap virus corona SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndome). Virus bisa bertahan selama itu jika benda-benda tersebut tidak didisinfektan.

T :  Apakah COVID-19 dapat menular dari orang yang tidak menunjukkan gejala?

J :  Cara utama penyebaran penyakit ini adalah melalui percikan saluran pernapasan yang dihasilkan saat batuk. Risiko penularan COVID-19 dari orang yang tidak ada gejala sama sekali sangatlah rendah. Namun, banyak orang yang terjangkit COVID-19 hanya mengalami gejala-gejala ringan, terutama pada tahap-tahap awal. Karena itu, COVID-19 dapat menular dari orang yang, misalnya, hanya batuk ringan tetapi merasa sehat

T :  Siapakah yang paling beresiko tertular COVID-19

J :  Risiko tertular tergantung lokasi Anda – lebih tepatnya, apakah sedang terjadi wabah COVID-19 di sana. Orang yang tinggal di atau mengunjungi wilayah-wilayah ini lebih berisiko tertular COVID-19. Jadi setiap yang berada di atau mengunjungi wilayah yang sedang terjadi wabah COVID-19 beresiko untuk tertular. Tetapi, tidak semua orang yang tertular menunjukan gejala COVID-19. Orang tersebut disebut dengan “carrier” yang bisa saja menularkan kepada orang lain yang lebih rentan (orang tua dan orang yang beresiko tinggi).

T : Siapa orang yang beresiko tinggi terkena COVID-19?

J :  Seorang pakar penyakit menular dari Johns Hopkins Center Dr Amesh A. Adalja, MD mengatakan bahwa virus Corona tidak memandang usia, namun ada beberapa kelompok yang lebih rentan terhadap penyakit menular ini, yaitu :

  1. Lansia (orang lanjut usia).
  2. Orang yang memiliki riwayat penyakit seperti : Gangguan darah, Penyakit ginjal kronis, Penyakit hati kronis, masalah sistem kekebalan tubuh misalnya, menjalani perawatan kanker seperti kemoterapi atau radiasi, setelah menerima transplantasi organ atau sumsum tulang, atau mengambil kortikosteroid dosis tinggi atau obat penekan kekebalan lainnya, dan HIV atau AIDS; kehamilan; gangguan endokrin seperti diabetes; gangguan metabolisme; penyakit jantung; penyakit paru-paru, termasuk asma; kondisi neurologis dan perkembangan saraf.(bersambung)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *