Tak Seribet Yang Dibayangkan, Self Healing Dapat Dilakukan Dengan Olahraga Jalan Kaki


25 Oktober 2021, JAKARTA – Aktivitas berjalan kaki sejak lama diyakini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun tidak sekedar itu, belakangan para ahli di bidang kesehatan menyebut manfaat berjalan kaki juga sangat baik untuk kesehatan jiwa.

Wanita dengan segala dinamika kehidupan dan multi peran yang diembannya sangat mudah dihinggapi stress. Nina Nugroho, brand busana kerja muslimah melalui gerakan #akuberdaya menggelar sharing session bertajuk ‘Walking for Healing’.

Dikatakan Nina Septiana, penggagas kampanye program #akuberdaya, setiap wanita perlu punya cara untuk pelepasan atau self healing.

“Gak harus pergi ke mal, ke hotel atau beli tas. Healing nggak seribet itu,” ungkap Nina Septiana, saat membuka acara sharing session yang berlangsung setiap hari Minggu yang berlangsung selama 1,5 jam itu.

Sharing session Walking for Healing disampaikan oleh Damayanti, seorang healing partner jebolan Tempa Trainer Guild (TTG).

Damayanti mengatakan di masa pandemic seperti sekarang ini, orang dengan mudah diserang stress. Berbagai kendala dalam dunia kerja merupakan penyebab utama.

“Kenapa kita butuh healing? Karena setiap hari hidup penuh dengan tekanan. Selama pandemic orang banyak kehilangan pekerjaan, yang punya usaha, omzetnya turun drastic, usaha offline nggak bias berjalan. Belum lagi, nggak bias kumpul dengan teman-teman , intinya ruang gerak terbatas. Hal ini adalah penyebab stress di berbagai lapisan masyarakat,” papar Teh Dama, begitu dia akrab disapa.

Namun ,sejatinya melepaskan stress dapat dilakukan dengan cara berjalan kaki, sembari menghirup udara segar di pagi hari.

Untuk pemula dapat berjalan kaki selama 30 menit, jika sudah terbiasa, durasinya dapat ditambahkan lagi.

Ditambahkan Teh Dama, banyak manfaat yang didapat dari proses berjalan kaki ini, baik secara kesehatan atau psikologis.

“Dari sisi kesehatan memberi efek bugar, selain itu bagi yang mau menurunkan berat badan olahraga ini juga efektif banget. Sementara itu dari sisi psikologi, jalan kaki sekaligus dapat menjadi proses healing. Kenapa begitu, karena selama berjalan kita punya waktu untuk diri sendiri. Dari melihat sekeliling, kita bisa mengungkapkan rasa syukur atas apa yang telah kita peroleh,” urai Teh Dama.

Terkait masalah kesehatan mental, Teh Dama, apabila tidak ditanggani dengan serius akan menimbul efek paling buruk, yaitu depresi.

“Dalam sebuah penelitian di Amerika, 20 orang Amerika atau setara 70 juta orang terjangkit stress dan terpaksa minum obat penenang,” ujar Teh Dama.

Media social disebut-sebut sebagai penyumbang terbesar yang menyebabkan orang di masa sekarang menjadi mudah stress.

“Menular ke seluruh dunia melalui media social. Apa kolerasinya? Ketika kita melihat postingan teman, sahabat kita. Dia posting sesuatu yang kita nggak punya
Atau ada seorang artis , karantina Cuma 3 hari, padahal seharusnya 8 hari. Padahal orang lain, nggak sedikit biaya untuk karantina. Akhirnya apa yang terjadi? Kita membandingkan hidup kita. Atau anak-anak kita, lihat postingan temannya lagi liburan di bali. Punya handphone keluaran terbaru . Lalu dibandingkan dengan dirinya. Akibatnya jadi insecure
Dari hal-hal seperti itu, kecemasannya mudah muncul. Kesehatan mental kita makin merosot,” urai Teh Dama.

Teh Dama mengibaratkan stress ibarat gelas yang biasanya ada dalam genggaman kita. Awalnya ringan, dan mudah digenggam. Namun lama kelamaan penuh dan hamper tak dapat digenggam.

“Yang awalnya kita bilang ; I’m oke, gue sudah biasa strong kok. Tapi kenyataannya berbeda. Itulah manusia sering kali berusaha denial,” lanjutnya.

Melalui treatmen jalan kaki, membuat darah mengalir serta mengedarkan oksigen dan nutrisi ke otot yang bekerja keras.

“Aliran darah yang meningkat akan membantu pemulihan dan meredakan nyeri otot. Jalan kaki juga membantu membuang ‘limbah’ dari dalam tubuh. Jalan kaki bagus untuk kerja jantung dan paru-paru. Jadi memang berjaln kaki juga mengontrol tekanan darah, meningkatkan gula darah, serta mengurangi stress,” ucap Teh Dama.

Sebelum berjalan , jangan lupa lakukanlah pemanasan. Setelah itu dilajutkan dengan peregangan. Terutama di otot tubuh bagian bawah seperti paha depan, paha belakang, dan betis.

“Peregangan setelah berjalan membantu meningkatkan sirkulasi sehingga otot dapat pulih. Selain itu mengurangi rasa sakit dan kaku yang terjadi setelah berolahraga,” tutur Teh Dama.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *