Sudah Kerja Keras di Kantor, Tapi Tak Dapat Promosi Jabatan? Personal Branding Jawabannya

Sudah Kerja Keras di Kantor, Tapi Tak Dapat Promosi Jabatan? Personal Branding Jawabannya

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com – Kendati kemampuan otak manusia setara kapasitas internat, yakni 10 juta gigabyte, namun ternyata hanya mampu menampung 7 nama dengan 3 nama di posisi top of mind“Artinya yang masuk di top of mind saja, atau yang sudah masuk di benak konsumen saja, yang akan diingat,’’ ungkap Nur Fatma Fitri, seorang Customer Experience Practitioner dari Tempa Trainers Guild dalam webinar ‘Memberdayakan Diri Dengan Personal Branding’ yang digelar Gerakan #akuberdaya.Gerakan #akuberdaya diinisiasi oleh desainer Nina Nugroho, dengan program mendobrak mentalitas perempuan untuk melejitkan keberdayaannya.

‘’Pada posisi ini, brand menjadi sangat penting, karena akan membuat kita stand out of the crowd,” terang Nur Fatma Fitri yang akrab disapa Fivi.

Kadang tanpa disadari, seseorang merasa begitu over confident atau memiliki kepercayaan diri yang berlebih.  Ia merasa orang-orang di sekitarnya sudah begitu mengenalnya.

Termasuk pada saat memiliki sebuah produk, merasa tidak perlu berpromosi  mengenai keunggulan produknya.

‘’Begitupun di tempat kerja, kita berpikir sudah merasa cukup dengan bekerja yang baik saja,’’ lanjut Nur Fatma.

‘’Tapi pada saat ada promosi jabatan, ternyata nama kita sama sekali tidak disebut. Kenapa bisa begitu?,’’ tanya Nur Fatma.

Disinilah pentingnya peran personal branging.Apa yang dimaksud dengan personal branding?Personal branding adalah  sebuah cara menentukan persepsi orang lain terhadap diri kita yang dapat membantu untuk mencapai tujuan yang ingin kita tuju.

“Personal branding adalah bagaimana orang mengenal saya. Apapun profesi yang kita tekuni saat ini,’’ lanjut Nur Fatma Fitri.

‘’Apakah seorang ibu rumah tangga, pensiunan, ASN, mahasiswa dan profesi lainnya di sana sudah ada top of mindnya sendiri. Orang yang paling dikenal di bidangnya tersebut,’’ terang Nur Fatma Fitri.

 

‘’Jadi kalau  ingin dikenal, pastikan dulu bahwa  kita  masuk kedalam posisi top of mindnya orang-orang,” papar Fivi.

Seberapa perlu kita membranding diri sendiri? Menurut Fivi,  personal branding sangat perlu.

Bagaimana lingkungan mengenal kita, sangat ditentukan bagaimana personal branding kita.

“Tapi jangan sampai kita meminjam ‘topeng’ milik orang lain sebagai wajah keseharian yang kita tampilkan,’’ ungkap Nur Fatma Fitri.‘’Meski topeng itu milik orang yang dianggap hebat, panutan, idola, akan membuat hidup kita tidak nyaman,’’ tutur Fivi.Media sosial kerap mendorong seseorang untuk menggunakan topeng milik orang, dengan mengatur tampilan dan bukan lagi apa adanya.

Melalui personal branding, kita dapat mengetahui siapa diri kita sebenarnya. Pentingnya personal branding juga untuk membentuk persepsi orang lain terhadap diri kita  agar kita  bisa mencapai sebuah tujuan.
Dengan personal branding kita punya aura yang luar biasa sehingga bisa memberdayakan lingkungan sekitar.

Mengapa kita memerlukan personal brand?

  1. Doing great work tidak sama dengan great reputation.

Untuk membentuk brand tidak cukup dengan ekspektasi. Bekerja dengan baik ternyata tidak sama dengan memiliki reputasi yang baik. Disitulah  perlunya membentuk brand.

“Saat kamu sedang mengembangkan personal branding diri kamu, dengan itu juga kamu membentuk kepercayaan diri. Hal ini karena diri kamu percaya jika ada sebuah kualitas yang kamu miliki dan siap untuk dibagikan ke orang lain,” kata Fivi.

  1. People will not market your brand.

Ya, orang-orang tidak akan memasarkan produk kita.

“Mitos yang salah itu adalah ‘Ah kita nggak perlu berpromosi menyampaikan apa ekspertis kita, nanti orang lain juga akan tahu dengan sendirinya’.  Sekali lagi, ini adalah pemahaman yang salah,” ujar Fivi.

  1. Stand out from the crowd.

Brand akan membuat kita menjadi berbeda dibandingkan dengan competitor lainnya.

“Dalam dunia kerja, dunia  bisnis  bahkan hidup sekalipun seperti layaknya sebuah kompetisi. Dengan memiliki personal branding akan membantu kita dalam berkompetisi. Personal branding bisa membantu  kita memiliki nilai lebih dibandingkan yang lain,” pungkas Fivi.

Editor by : Arif Muhammad Iqbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *